Selasa, 24 Maret 2020

Mengulas Tentang Faktor Resiko dan Pengobatan Hidradenitis Suppurativa


Hidradenitis Suppurativa merupakan penyakit kulit langka yang terjadi pada kulit yang memiliki kelenjar keringat dan rambut. Penyakit ini muncul seperti benjolan jerawat pada kulit dan menyebar pada bagian payudara, lipatan paha maupun ketiak. Kasus benjolan ini biasanya memberikan rasa sakit dan akan pecah lalu mengeluarkan nanah penyebab terjadi peradangan dan infeksi. Kondisi dialami 1 hingga 4 persen di dunia angka ini dapat diketahui dari orang yang tidak malu datang ke rumah sakit. HS merupakan penyakit yang cukup sering menyerang wanita ketika masuk masa pubertas dan kasus ini terjadi pada usia 6 tahun walaupun jarang ditemui pada anak-anak.

Penyakit ini bukan penyakit menular dan tidak dapat ditularkan dari hubungan intim, kontak fisik dan kebersihan dari penderitanya. Gejala awal HS adalah gatal dan benjolan merah yang pecah lalu mengeluarkan bau busuk. Dalam beberapa kasus penyakit akan menghilang dengan sendirinya dan mengecil, benjolan ini akan muncul pertama kali pada area tempat pertama. Jika tidak ditangani akan menyebar ke bagian lain dan menyebabkan bekas luka yang sulit untuk dihilangkan. Benjolan ini dapat ditemukan pada wajah, punggung hingga leher untuk kasus yang jarang. Dengan gejala rasa gatal, benjolan yang hilang lalu muncul dan timbul satu hingga beberapa dan benjolan akan menjadi infeksi serius.

Berikut adalah faktor resiko dari penyakit ini diantaranya:

• Menyerang orang dengan usia sekitar 18 hingga 29 tahun.
• Umumnya menyerang perempuan dibandingkan pria.
• Dapat diturunkan sebesar 30% jika memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini.
• Memiliki jerawat yang memiliki potensi menjadi HS.
• Memiliki penyakit diabetes.
• Memiliki penyakit atau masalah pada jantung.
• Memiliki penyakit pada saluran pencernaan yang memunculkan benjolan di bagian kulit.
• Obesitas merupakan berat badan lebih hingga munculnya HS.
• Perokok aktif yang dapat berakibat lebih buruk secara menyeluruh.

Komplikasi dapat terjadi seperti benjolan yang meninggalkan bekas luka dan butuh waktu lama untuk dapat hilang. Area benjolan yang pecah lalu terluka akan meninggalkan infeksi pada area kulit. Benjolan dan luka akan sakit ketika menggerakkan bagian tubuh secara leluasa. Area tersebut akan mengalami perubahan warna menjadi warna gelap. Tampilan kulit benjolan yang memiliki bau akan menurunkan rasa percaya diri sehingga menyebabkan pasien mengalami sedih dan depresi. Benjolan serta bekas luka pada kulit pada kelenjar getah bening akan menyebabkan pembengkakan dan kanker kulit dalam kasus yang jarang terjadi.

Berikut adalah obat untuk HS diantaranya:

• Antibiotik untuk meredakan infeksi dan peradangan.
• Retinoid untuk mengobati jerawat dan mengurangi gejala dari HS.
• Terapi hormon untuk membantu mengontrol hormon seperti melakukan spironolakton yang akan meredakan gejala.
• Obat penghilang sakit untuk area yang terkena dampak.
• Obat yang menekan sistem imun sehingga akan membantu pengobatan HS.
• Steroid untuk mengurangi gejala dan peradangan.
• Lotion antiseptik dan sabun untuk mengurangi kadar bakteri serta benjolan yang disebabkan oleh bakteri.

Hidradenitis Suppurativa dapat disembuhkan dengan laser yang membedah melalui laser karbondioksidan untuk menghilangkan benjolan. Unroofing merupakan sayatan kulit serta daging dengan benjolan dengan terowongan pada area bawah kulit. Pembuangan nanah dan jaringan yang tidak menyebabkan efek jangka panjang dan operasi pengangkatan bisul secara tuntas. Hal ini membuat seluruh benjolan terangkat dan melakukan prosedur untuk cangkok kulit. Setiap pengobatan memiliki efek samping yang perlu diketahui dan dipilih sesuai dengan kebutuhan.

0 komentar:

Posting Komentar