Kamis, 28 November 2019

Hari Nur Yulianto Diharapkan Jadi Legenda PSIS

https://lh5.googleusercontent.com/x8f6NGVnizws-COJblPlkHUIUD-_x7Z0Bn3GIwzjTkQvotSacPY36NCEkEK2evImBsHyBuEUY-jngfwhaExi1doYqMhV_WK5zpxLsog2_-tIRurQf3dSWcwYA-0BQC5CGxOwyOoz
Penyerang lokal paling produktif PSIS Semarang pada musim 2018, Hari Nur Yulianto, resmi memperpanjang kontraknya hingga Desember 2020. Pemain asal Kendal tersebut digadang-gadang bisa membela Laskar Mahesa Jenar hingga gantung sepatu.
Dibandingkan dengan pemain lain, Hari Nur memang pemain paling lama yang membela PSIS. Hingga saat ini, jebolan tim PON Jateng 2012 tersebut sudah membela Laskar Mahesa selama lima tahun. Ia mengawali karir di PSIS pada musim 2013 ketika tim diasuh Firmandoyo.
Tidak mudah bagi PSIS untuk mempertahankan Hari Nur. Pasalnya, PSIS harus bersaing dengan tim besar seperti Bali United FC yang juga mengincarnya.
“Saya yakin, Hari Nur Yulianto akan bersama dengan kami hingga pensiun.  Ini tantangan terberat kami. Dari awal saya yakin, uang bukan segalanya, karena PSIS harus bersaing dengan tim kaya di Liga 1 dan tim asal Thailand,” kata CEO PSIS Yoyok Sukawi, Minggu (20/1/2019).
Berdasarkan laporan dari Bolanusantara.com Hari Nur Yulianto mengaku tetap memilih PSIS karena sudah jatuh cinta dengan tim yang ikut membesarkannya tersebut. Itulah yang menjadi alasan dirinya menolak beberapa tawaran dari tim lain yang masuk. “Cinta saya kepada PSIS tanpa alasan,” ucapnya.
Pemain dengan nomor punggung 22 itu berharap bisa lebih memberi kontribusi bagi tim pada musim depan. Ia juga bertekad mengangkat prestasi PSIS lebih baik lagi. “Saya juga ingin mencetak gol lebih banyak lagi dibandingkan musim sebelumnya,” kata dia.
Penampilan impresif pemain asal Kendal itu jadi mendapatkan perhatian khusus Djadjang Nurdjaman jelang pertemuan kedua tim Kamis (30/5/2019) mendatang di kandang Persebaya, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
“Jelas Hari Nur yang kami waspadai. Dia mencetak dua gol, cukup tajam dan punya naluri,” ucap pelatih yang akrab disapa Djanur itu menilai penampilan Hari Nur kontra Persija. Karena itu Djanur tentu tidak akan membiarkan top skor kedua PSIS musim lalu itu kembali leluasa mencetak gol ke gawang Persebaya.
Setelah memantau pertandingan PSIS melawan Persija, Djanur sudah menyiapkan taktik secara detail untuk mengantisipasi pergerakan lini depan lawannya. Nah, satu kelemahan sebenarnya sudah dikantongi Djanur. Pertahanan PSIS terlihat cukup rentan ketika menghadapi lini depan Persija. Beberapa kali striker Marko Simic atau gelandang Bruno Matos berhasil menciptakan peluang berbahaya ke gawang PSIS. Sayang belum ada yang berbuah gol.

0 komentar:

Posting Komentar