Selasa, 15 Oktober 2019

Gejala Demam Berdarah, Dan Pencegahannya


Secara luas dan sudah umum banyak yang sudah cukup tahu tentang Penyakit demam berdarah. Penyakit yang mempunyai nama lain yaitu Demam Berdarah Dengue atau dengue fever ini disebabkan oleh gigitan nyamuk. Penyakit ini terkenal dengan gejala nya yang mempunyai ciri khas. Yaitu suhu tubuh yang tinggi atau panas sekaligus nyeri sendi, sakit kepala, otot, tulang dan sakit pada bagian belakang mata.

Namun penyebutan demam berdarah dalam terminologi medis tidak lah tepat, atau tidak bisa dikatakan salah kaprah. Sebab sebenarnya DB (demam berdarah) itu adalah kondisi yang menjadi kompilikasi dari demam dengue fever yang memburuk.DB sendiri merupakan istilaah medis disebut sebagai Dengue hermorrhagic fever, Tetapi karena sudah familier maka pembahasan penyakit yang satu ini akan tetap dengan penyebutan istilah DBD untuk merujuk pada penyakit yang sama. 

Penyebab Demam Berdarah 

Virus yang dinamai dengue ini menyerang seseorang melaui nyamuk Aedes Eegeypti. Ciri-ciri nyamuk yang menyebarkan virus Dengue ino adalah berwarna hitam dengan belang belang putih di tubuhnya. Kedeua spesies nyamuk ini banyak diytemui dan berkembang biak di wilayah dengan iklim tropis. Termasuk Indonesia dan negara-negara Afrika, Tiap tahun diketahui banyak penderita demam berdarah. Indonerisa sendriri jadi salah satu yang tertinggi dengan jumlah kasus mencapai 112.511 penderita DBD pada tahun 2013 sebanyak 871 orang dan mempunyai korban jiwa akibat DBD ini. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi kedua setelah Brasil. 

Kedua nyamuk DBD atau penyebar virus demam berdarah ini justru berkembang biak di genangan air yang jernih di sekitar pemukiman padat penduduk, Nyamuk ini biasanya menghisap darah dari waktu pagi dan sore hari. 

Gejala demam berdarah 

Penyakit demam berdarah ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala demam berdarah pada anak maupun orang dewasa sejatinya akan mudah dikenali. Secara umum gejala DBD bisa dikenali bak secara fisik maupun bukan, diantaranya:

  • Suhu tubuh penderita DBD sangat tinggi busa mencapai 41 derajat celcius
  • Nafsu makan kurang bahkan hilang selera 
  • Badan terasa lelahm lesi dan capek terus menerus
  • Mual hingga muntah
  • Wajah berwana kemerahan
  • Tenggorokan sakit 
  • Kepala pusing
  • Kelenjar getah bening bengkak
Untuk gejala DBD pada ana, biasanyta anak yang menderita penyakit DBD selalu disertai dengan muculnta bintik-bintik merah di kulit. Untuk beberapa kasus gejala DBD, terkadang hidung dan juga gusi penderita juga mengalamui pendarahan dengan intensitas ringan. Masa inkubasi penderita penykit akibat nyamuk DBD ini dalam rentang waktu antara 4 sampai 10 hari sejak awal mulai terindikasi. Pada saat masa inkubais inilah biasanya terjadi kesulitan untuk membedakan mana yang sebenarnya demam berdarah atau hanya sekedar sakit flu biasa. 

Mencegah Penyakit DBD dengan Menjaga Lingkungan Tetap Bersih 

Meski penyakit yang bisa dikatakan beresiko fatal, penyakit demam berdarah bisa disembuhkan dengan pengobatan di rumah secara intensif. Asalakan menjalankan saran pengobatan dengan benar, maka kondisi bisa segera pulih seperti sedia kala. Namun tetap saja penderita harus segera dirujuk ke dikter apabula setelah 5 hari lebih demam belum membaik. Segera kunjungi dokter. Waktu pemulihan total biasanya hingga 2 minggu. Tetapi hal yang terpenting adlah mencegah penyakit DBD ini sedini mungkin dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bila terserang penyakit demam berdarah ini, sesegara mungkin melakukan tindakan yang diperlukan.