Senin, 20 Mei 2019

Risiko Pinjaman Online Dana Cepat Cair, Apa Saja?


Hadirnya pinjaman daring memang seperti angin segar untuk membantu mengatasi berbagai masalah keuangan yang Anda hadapi. Eit, jangan keburu senang dulu. Pasalnya, meski sangat membantu, pinjaman online dana cepat cair ini juga memiliki risiko, lo! Tak mau terkena risiko karena asal pilih pinjaman daring, kan? Kalau iya, pahami dulu risiko-risiko ini!

1. Bunga Tinggi
Salah satu risiko yang wajib Anda hadapi ketika mengajukan pinjaman daring adalah bunga yang tinggi. Tingkat suku bunga pinjaman daring rata-rata ada di atas 3% dari total pinjaman tersebut. Meski sistem bunga ada yang flat atau yang berubah, namun tetap saja bunga yang tinggi ini menambah beban tersendiri pada si peminjam.

Memang ada pinjaman daring yang menerapkan bunga tak terlalu tinggi. Hanya saja, apply pinjaman ini cukup sulit dan persetujuan yang diberikan memakan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, baiknya sebelum Anda putuskan pinjam dana pinjaman daring, lakukan simulasi pinjaman dulu untuk ketahui berapa yang harus Anda bayarkan.

2. Plafon Pinjaman yang Kecil
Risiko lain yang wajib Anda hadapi ketika meminjam pinjaman daring adalah plafonnya yang cukup rendah. Untuk KTA misalnya, rata-rata jumlah dana yang bisa Anda pinjam hanya sekitar 5 juta rupiah per bulan. Bahkan, beberapa pinjaman daring lain menerapkan plafon di bawah satu juta dan baru bisa naik bila sudah melakukan pinjaman beberapa kali.

Itu dikarenakan sifat pinjaman daring itu yang mudah diakses dan siapa saja bisa melakukan pinjaman. Setiap orang tak bisa mengambil pinjaman dalam jumlah yang besar karena terbagi dengan yang lain. Bila Anda berniat meminjam dana cepat dari pinjaman daring dalam jumlah besar, lebih baik Anda meminjam ke bank saja.

3. Data Pribadi Tersimpan di Aplikasi Pinjaman
Salah satu risiko yang riskan dan harus Anda hadapi adalah data pribadi Anda akan tersimpan di aplikasi pinjaman daring tersebut. Sebab, ketika Anda mengajukan pinjaman, Anda diwajibkan untuk mengunduh aplikasi dan mengisi data diri Anda sesuai dengan permintaan. Cara ini memang perlu untuk memberi kemudahan dalam apply pinjaman itu.

Hanya saja, bila ada ekspos data pribadi di ponsel dan malah disalahgunakan orang yang tak bertanggung jawab. Hal ini bisa merugikan Anda. Selain itu, ada juga pinjaman daring yang sengaja menelpon setiap kontak yang ada di ponsel Anda bila Anda telat bayar atau malah gagal bayar. Hal ini jelas akan membuat Anda malu karena terus ditagih.

4. Proses Persetujuan yang Tak Selalu Cepat
Risiko lain yang harus Anda hadapi ketika mengajukan pinjaman daring ini adalah proses persetujuan yang tak selalu cepat. Ini adalah realita. Meski kebanyakan fintech pinjaman daring mengatakan bahwa persetujuan cepat bahkan bisa dalam waktu 1 x 24 jam sejak pengajuan dilakukan, namun tidak selalu seperti itu.

Untuk membuktikannya, Anda bisa melihat komentar-komentar orang di laman web atau di Playstore aplikasi tersebut. Ada saja yang mengeluhkan layanan pinjaman daring yang lama pencairannya atau malah tidak ada respon sama sekali sehingga tak tahu apakah pinjamannya disetujui atau tidak.

Walau telah menggunakan teknologi, proses pinjaman tetap tak bisa secepat itu. Butuh waktu beberapa hari untuk proses persetujuan dan pencarian dana ke rekening Anda. Jadi, jangan terlalu berekspektasi tinggi tentang pencairan dana yang cepat bila ajukan pinjaman di pinjaman daring dana cepat cair ini.

5. Tidak Bayar Pinjaman, Penagih Datang
Risiko lain yang pasti akan Anda hadapi adalah penagih datang ke tempat tinggal atau tempat kerja Anda. Ini bisa terjadi bila Anda tidak bisa melakukan pembayaran tepat waktu dan itu sudah dilakukan berkali-kali. Selama ini mungkin orang memiliki persepsi bahwa pinjaman daring yang tak dibayar tak akan ditagih, melainkan hanya ada reminder lewat email saja.

Salah besar. Sebab nasabah akan tetap ditagih oleh pihak pemberi pinjaman dan mereka bisa melakukan berbagai cara. Mulai dari mengirimi pesan singkat, menelpon terus-terusan hingga menggunakan bantuan pihak ketiga. Bila Anda tetap tak bayar, maka Anda akan dilaporkan ke biro kredit yang dinaungi OJK.

Pelaporan ini bertujuan agar nasabah yang tak membayar tak akan bisa mengajukan pinjaman lagi di manapun ia mengajukannya. Jadi, pastikan Anda mampu membayar pinjaman daring tersebut bila tak mau susah nanti.

6. Banyak Fintech yang Belum Terdaftar OJK
Masalah lainnya adalah banyaknya fintech yang saat ini tak ada di naungan OJK. Padahal, hal ini sangat penting untuk menjamin legalitas pemberi pinjaman tersebut dan untuk menjaga keamanan si peminjam. Selain itu, fintech yang ada di OJK juga memiliki aturan tertentu jadi tak bisa sewenang-wenang pada peminjamnya dalam hal menerapkan aturan pinjaman.

Nah, itulah daftar risiko yang bisa Anda hadapi ketika meminjam dana KTA pinjaman daring dana cepat. Ada banyak, ya? Namun tenang. Selama Anda bisa membayar tepat waktu dan jeli, semua risiko itu tak akan mengenai Anda. Bila Anda tertarik untuk ajukan pinjaman daring dan bingung memilihnya, cek saja di https://www.cekaja.com/kredit/ untuk infonya.

0 komentar:

Posting Komentar