Rabu, 05 Desember 2018

Bagaimana Sih Cara Beli Rumah Bersubsidi? Berikut Ini Cara-nya



Harga rumah semakin tinggi setiap tahunnya, hal ini pastinya membuat rakyat bawah yang memiliki penghasilan pas-pasan tidak mampu memiliki rumah, mereka hanya mampu menyewa yang mana hanya akan menghabiskan uang mereka sedikit demi sedikit. Namun pemerintah Indonesia ditrahun 2015 sudah memperhatikan masyarakat bawah yang tidak memiliki rumah, pemerintah telah membuat program rumah bersubsidi yang bisa digunakan orang-orang bawah untuk mendapatkan rumah impian.

Pemerintah membangun perumahan bersubsidi untuk memperhatikan masyarakat bawah, dengan rumah bersubsidi ini maka masyarakat mampu membeli rumah dengan harga yang sangat terjangkau. Sebelum kita melangkah terlalu jauh maka kita harus tahu terlebih dahulu apa itu KPR? KPR adalah kredit Pemilikan Rumah yang banyak kita temukan disekitar kita, KPR sekarang ini dibagi menjadi dua, KPR bersubsidi dan KPR non subsidi.

KPR subsidi adalah KPR yang mana pembayarannya dibantu oleh pihak pemerintah, sehingga rakyat kecil mampu membeli rumah perumahan dengan harga yang lebih terjangkau. Sedangkan KPR subsidi adalah KPR mandiri yang bisa dilakukan oleh semua orang, jenis KPR ini memiliki harga yang cukup tinggi sehingga orang-orang menengah keatas yang mampu melaksanakannya.

Berikut ini adalah hal-hal yang wajib anda ketahui seputar rumah bersubsidi :
  • KPR bersubsidi adalah KPR yang dibantu oleh pihak pemerintah, sehiungga jumlah angsuran yang harus dibayar lebih sedikit dan sangat terjangkau untuk orang-orang bawah.
  • Untuk bentuk rumah subsidi yang kedua adalah pemerintah hanya membantu kita terhadap pembangunan dan perbaikan rumah, sehingga tidak perlu membayar pembangunan atau perbaikan secara menyeluruh.

Ada banyak perbedaan yang sangat mencolok yang harus anda ketahui antara KPR bersubsidi dengan KPR non subsidi, berikut perbedaan yang harus anda ketahui :

Dari segi harga

Untuk harga KPR bersubsidi lebih terjangkau, karena pemerintah akan membantu pembayaran KPR ini, namun tidak semua rakyat Indonesia mampu memilih KPR jenis ini, hanya orang-orang menengah kebawah yang bisa mendapatkan jenis KPR bersubsidi. Untuk harga KPR non subsidi merupakan harga normal yang harus dibayar sendiri.

Tipe bangunan

Untuk KPR non subsidi biasanya memiliki tipe minimal 36, sedangkan untuk KPR subsidi maksimal memiliki rumah dengan tipe 36.

Segi lokasi

KPR non subsidi biasa anda temukan dilokasi yang strategis, dan mudah dijangkau. Namun berbeda dengan KPR bersubsidi, biasanya berada di pinggir kota, atau didaerah yang masih berkembang dengan harga tanah yang masih murah.

Jika dijual kembali

Untuk rumah non subsidi memiliki nilai jual yang semakin tinggi, karena memang nilai rumah akan selalu naiik setiap tahunnya. Namun berbeda dengan rumah bersubsidi, 2 tahun pertama tidak boleh dilakukan renovasi, dan ketika akan dijual maka hanya bisa dijual disesuaikan dengan harga standar biasanya.

Penting untuk diketahui bahwa untuk mendapatkan rumah yang bersubsidi tidak sembarang orang bisa memiliki, ada beberapa syarat yang harus anda ketahui, diantaranya adalah memiliki penghasilan dibawah 4 juta rupiah, karena rumah bersubsidi ini memang ditujukan untuk masyarakat kelas bawah, sehingga masyarakat atas tidak bisa memiliki rumah bersubsidi.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi adalah bahwa orang tersebut tidak pernah menerima subsidi KPR lainnya, jika sudah pernah maka tidak bisa mengajukan kedua kali. Syarat lainnya adalah memiliki saldo bank minimal 3 juta rupiah, biasanya sebagai syarat oleh developer sebagai uang muka. Selain itu orang yang bisa mengajukan adalah seorang karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun, namun ada juga developer lainnya yang meminta syarat lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan.

Syarat yang harus dipenuhi selanjutnya adalah surat keterangan gaji atau yang dikenal dengan nama slip gaji, surat keterangan tidak memiliki rumah, rekam jejak bank lain, dan kelengkapan dokumen pribadi lainnya yang dibutuhkan. Adapun dokumen yang harus disiapkan antara lain pc KTP, fc KK, fc NPWP, fc rekening koran yang terbaru, surat eterangan aktif bekerja, dan slip gaji bulan terakhir.

Syarat penting lainnya dalam mengajukan KPR bersubsidi adalah bahwa anda berusia minimal 21 tahun, dan masih banyak lagi syarat lainnya yang harus anda penuhi untuk mendapatkan KPR bersubsidi. Dengan memiliki KPR ini maka anda tidak perlu mengumpulkan uang banyak, anda tidak perlu membutuhkan dana yang besar, cukup sediakan uang 3 juta di bank dan anda bisa mendapatkan rumah baru yang diimpikan.

Untuk anda yang ingin membeli rumah bersubsidi penting mengetahui bahwa PUPR atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membuat kembali formulasi penetapan batas harga rumah bersubsidi. Akan ada perbedaan kelas dari MBR, karena MBR ada kelas bawah, menengah dan juga atas. Namun formulasi ini belum fix dan penetapan harga rumah bersubsidi ini akan diberlakukan ditahun 2019 hingga tahun 2024.

Untuk anda yang menginginkan rumah yang bersubsidi dari pemerintah sebaiknya cari sebanyak-banyaknya info terbaru sehingga tidak akan ketinggalan informasi.

0 komentar:

Posting Komentar