Minggu, 17 Juni 2018

Uber rumahkan 100 karyawan mobil otonom


Gara-gara rentetan kecelakaan yang dialami mobil otonomnya, Uber akhirnya memutuskan untuk merumahkan karyawannya yang berada di Pittsburgh, Amerika Serikat.

Dilaporkan The Verge dan CNet, informasi tersebut diumumkan pada 11 Juli kemarin dalam sebuah rapat. Dalam rapat tersebut, memutuskan untuk memberhentikan sebanyak 100 orang pegawainya.

Walaupun pihak Uber telah merumahkan karyawannya, di sisi lain perusahaan aplikasi transportasi itu memiliki rencana untuk mempekerjakan karyawan baru. Namun dengan skill yang berbeda. Utamanya lebih futuristik yang disebut dengan mission specialist.

Pekerjaannya adalah melakukan uji coba dan mengembangkan mobil otonom dengan cara memberikan feedback kepada para developer Uber. Rencananya akan ada 55 posisi baru untuk para pekerja misi spesialis itu.

Menurut juru bicara Uber, pekerjaan tersebut akan membutuhkan lebih banyak keahlian teknis daripada posisi pegawai yang telah dihilangkan baru-baru ini.

Tim kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan teknologi berkendara sendiri yang aman dan kami berharap dapat kembali ke jalan umum dalam beberapa bulan mendatang, kata juru bicara tersebut dalam sebuah pertanyaan.

Jauh sebelum 100 pegawai dirumahkan, pada Mei lalu Uber telah merumahkan 300 karyawan dengan menutup operasi mobil otonom mereka di Arizona. Hal itu terjadi pasca kecelakaan fatal yang menewaskan seorang pejalan kaki akibat mobil otonomi kepunyaan Uber.

Menurut para ahli, penabrakan itu sebenarnya dapat dihindari. Sebagai respon dari kecelakaan tersebut, Uber untuk sementara ini menangguhkan operasinya di Amerika yang ditandai dengan penarikan mobil-mobil otonom di daerah San Francisco, Toronto, Tempe, dan Pittsburgh.

0 komentar:

Posting Komentar